Kisah Cinta Segitiga antara Binta, Biru, dan Nug

Identitas Mahasiswa
Nama: Lathifah Nur Annisa
NPM: 2110631080054
Kelas: 2B 

Identitas Buku
Judul: Kata
Penulis: Rintik Sedu
Penerbit: Gagasmedia
Genre: Fiksi, roman
Jumlah Halaman: 396 halaman
Tahun Terbit: 2018
ISBN: 978-979-780-932-4

       Novel ini bercerita tentang kehidupan gadis bernama Binta Dineschara Prandipta atau yang akrab disapa Binta. Ia adalah seorang mahasiswi disalah satu universitas ternama di Jakarta. Bisa dikatakan Binta adalah seorang mahasiswi kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang) yang memiliki sifat keras kepala, suka menyendiri dan tidak mudah bergaul. Satu-satunya teman yang Binta miliki di kampus yaitu Cahyo.

     Lalu ditengah hari-harinya muncul seseorang bernama Nugraha atau dikenal dengan Nug. Ia adalah teman Cahyo yang begitu penasaran dengan sosok Binta. Baginya Binta adalah gadis yang enggan menampakkan diri sehingga tak dikenal di kampusnya. Tapi justru itu yang membuatnya nyaman.

    Berbagai cara dilakukan oleh Nug agar, ia diterima sebagai teman oleh Binta. Namun, Binta selalu mencoba menyuruhya pergi berkali-kali. Akan tetapi, Nug tidak menyerah begitu saja. Ia terus berusaha agar bisa kenal lebih dalam dengan Binta. Seiring berjalan nya waktu Binta pun mulai menunjukkan bagaimana dunianya kepada Nug. Ia menceritakan bagaimana dunianya yang kelam, tentang ayahnya yang pergi meninggalkan Binta dan mamanya bersama perempuan lain. Sementara mamanya menderita penyakit skizofrenia yang membuat dirinya seolah hidup di alam lain.

      Binta mengira setelah Nug mengetahui bagaimana kehidupan dalam dunianya akan membuat laki-laki itu membenci Binta dan pergi. Tapi dugaan Binta salah. Nug justru jatuh cinta dengannya. Ia tidak akan menyerah sampai Binta mengizinkan untuk mencintainya.

       Masalahnya, Binta hanya mencintai satu laki-laki. Biru namanya. Teman masa kecil yang berada jauh entah di mana. Hingga pertemuan mereka di Banda Neira, membuat Binta pulang dengan keadaan kecewa.

      Tak lama dari pertemuannya dengan Biru di Banda Neira. Biru datang ke Jakarta untuk bertemu dengan Binta. Ia ingin bicara pada Binta bahwa Nug adalah laki-laki yang lebih pantas untuk bersama Binta. Pada akhirnya hari-hari baru Binta dilalui bersama Nug dan mereka menjadi keluarga kecil yang bahagia. 

      Pesan yang disampaikan dari novel kata adalah berusahalah jujur dengan perasaan sendiri, karena jika kita terlambat untuk jujur kepada orang lain, nantinya kita akan menyesal. Yang saya sukai dari membaca novel ini adalah alur cerita yang digambarkan sangatlah rinci sehingga tidak membuat pembaca kebingungan dalam mencerna isinya dan juga desain cover novel ini sangat cocok seperti judul yang di tulis dalam bagian cover novel. Namun, ada beberapa kata yang salah tulis dalam novel ini dan dibagian belakang novel tidak dilengkapi dengan biografi penulis.

Komentar

Postingan Populer